Harkitnas di MAN Rengel

By Fathony Irsat 20 Okt 2016, 00:22:45 WIBHumas

Harkitnas di MAN Rengel

Keterangan Gambar : Hari Kebangkitan Nasional di MAN Rengel


SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI PADUPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-10TAHUN 2016

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamapagi dasalasejahtera, Om Swastiastu, NamoBudhaya,
       Saudari-saudarpeserta upacara yang saya horrnati, Saudari-saudara sebangsa   dan seTanah Air di manapunberada,
Puji dasyukur kita panjatkake hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan pertolongan-Nya,maka pada pagi hari ini, [umat, 2Mei 2016, kita dapat mengikuti upacara bendermemperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108, dalam keadaan sehat wal'afiat. Teriring doa kepada segenawarga bangsa di manapun berada, yang sedang mengikuti upacara ini, semoga senantiasa dalam lindungan TuhaYang Maha Esa.
Salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagasebuaorganisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumbedaya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan,dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang ungguinilah semangat kebangkitan nasionadimulai.
Perjuangan Boedi Oetomo yandipimpin oleh Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan DokteSoetomo tersebut kemudian dilanjutkan olekaum muda pada tahun 1928 yang kemudian melahirkan Soempah Pemoeda. Dan melalui perjuangan yantak kenal lelah akhirnya kitdapat memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Saudara-saudara sebangsa dase-TanaAir,
Sejak diproklamirkannykemerdekaan, kita bangsa Indonesitelah berjanji dan berketetapan hatbahwa NegarKesatuan RepubliIndonesia (NKRI) ini adalah hargmati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dakeadaan apapun.
NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjuntinggi nilai-nilai agamadaadat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah NKRI terbentang luas dari Sabanhingga Merauketerdiri dar17.508 pulau, dihuni olependuduk sebesar 254, 9 juta jiwa dengan 1.33suku bangsa746 bahasa daerah,dengan garis pantasepanjang 99.093 km persegi. Menjadi kewajibaseluruh komponen bangsa Indonesia secarakonsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihartegaknya NKRdargangguaapapun, baik dari dalam maupundari luar dengacara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalimdalakehidupasehari-hari.
Komitmen terhadap NKRI ini pentinsaya tegaskan kembali pada upacarperingatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini mengingasetelasekian lamberdiri sebagai bangsaancaman dan tantangaakan keutuhanNKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancamaradikalisme dan terorisme,misalnya, mendapatkan medium baru untupenyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu, kitjuga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Munculnya kekerasan danpornografimisalnya, terutama yang terjadi pada generasi yanmasisangat belia, adalasatu dari beberapapermasalahan kultural utambangsa ini yang akhir-akhir ini mengemukdan memprihatinkanLagi-lagi, medium baru teknologi digital berperan pentindalam penyebaran inforrnasi, baik posisif maupun negatif, secara cepat dan massif.
Ketika berbicara tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital tersebut, kita juga menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. Potensi pergaulan dan kerja sarna saling menguntungkan akibat relasi dengan dunia internasional tumbuh makin lntens, tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Tantangan-tantangan baru yang muncul di depan kita tersebut memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan. Tentu kita tidak ingin kedodoran dalam menjaga NKRI akibat terlambat mengantisipasi kecepatan dan meluasnya anasir-anasir ancaman karena tak tahu bagaimana mengambil bersikap dalam konteks dunia yang sedang berubah ini. Oleh sebab itu saya memandang penting tema "Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter" yang diangkat untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata ecara mandiri dan berkarakter.
Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk  bahu-membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut.
Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter kitalah terletak kunci untuk memenangkannya.
Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama iniHanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.
Untuk saudara-saudaraku yang diberi menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.
Proklamator dan presiden pertama RI, Ir Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karakter bangsa. Menurut Beliau "mernbangun suatu negara, membangun ekonorni, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya".
Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno berpesan bahwa "Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua."
Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga mernperbarui semangat Trisakti : berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaanJika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini Insya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnyayaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah internasional.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Demikian beberaphal yang dapasaya sampaikan. Semoga dalam memperingati hari KebangkitaNasional ke-108 tahun 201inikinerjkita semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya bagmasyarakat. Teriringv salam, doa penuh harapan kiranya kita semua senantiasa diberikakemampuan untuk mempertahankan NKRI ini sampaikapan pun, demi kejayaan bangsa Indonesia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-108. Indonesia tetap jaya!
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Admin

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimana menurut anda tentang Info MAN Rengel?
  Sangat Baik dan Lengkap
  Baik
  Tidak Lengkap

Komentar Terakhir